Google Maps Punya Peluang Jadi Bisnis Miliaran Dolar

Google Maps memiliki peluang menjadi bisnis iklan miliaran dolar selanjutnya dari Google.

oleh Andina Librianty diperbarui 10 Jun 2016, 08:40 WIB
Google resmi meluncurkan fitur "Offline" di Google Maps untuk pengguna di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Layanan pemetaan Google, Maps, diprediksi mampu menjadi primadona baru untuk meraup keuntungan. Maps memiliki peluang menjadi bisnis iklan miliaran dolar selanjutnya dari Google.

Dikutip dari Business Insider, Jumat (10/6/2016), prediksi ini muncul setelah Google mengumumkan tipe iklan baru di Maps. Para analis Morgan Stanley yakin fitur itu dapat membantu Google menghasilkan US$ 1,5 miliar atau setara Rp 19,8 triliun (Rp 13.257 per US$ 1) untuk pendapatan tambahan pada 2017.

Fitur yang dimaksud adalah iklan Promoted Pins yang ada di Google Maps. Dengan fitur itu, pengguna "diajak" untuk mengunjungi bisnis seperti restoran atau pom bensin, yang muncul di sepanjang rute perjalan mereka. Google juga meluncurkan fitur pencarian lokal baru, seperti menampilkan daftar tawaran spesial dari pengiklan.

Sejauh ini Google tidak pernah memerinci uang yang dihasilkan dari Maps. Raksasa mesin pencari itu hanya mengumumkan pendapatan dari website intinya seperti Search, YouTube, dan Maps, semuanya memberikan kontribusi kurang lebih 80 persen dari total pendapatan iklan.

Namun analis melihat peluang lebih besar daripada data tersebut. "Dalam pandangan kami, Maps merupakan salah satu aset Google yang belum dimonetisasi secara maksimal," tulis Morgan Stanley dalam catatan investor.

Maps saat ini memiliki lebih dari satu miliar pengguna bulanan. Analis Morgan Stanley mengatakan, bahkan jika Google melambatkan "kucuran" iklan di Maps dengan meningkatkan sebesar 50 persen (iklan) dalam dua tahun, layanan itu bisa menghasilkan pendapatan tambahan sebesar US$ 1,5 miliar tahun depan.

(Din/Why)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya