1 / 30

PLL (Phase Locked Loop)

PLL (Phase Locked Loop). 1.Definisi Phase Lock Loop adalah suatu osilator dimana frekuensi keluarannya diatur atau dikendalikan oleh frekuensi sinyal luar. 2.Prinsip kerja.

iniko
Download Presentation

PLL (Phase Locked Loop)

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PLL (Phase Locked Loop) • 1.Definisi • Phase Lock Loop adalah suatu osilator dimana frekuensi keluarannya diatur atau dikendalikan oleh frekuensi sinyal luar.

  2. 2.Prinsip kerja • Loop dalam keadaan “terkunci“ jika frekuensi sinyal terkunci masukan (referensi) dan frekuensi VCO identik (fS = fO); • Serta beda fasa relatif θe = θs – θo, ditentukan oleh karakteristik detektor fasa dan oleh penyimpangan fS dari frekuensi free running ff(yang didefenisikan dengan tegangan kendali Vd = 0) dari VCO. • Kalau sinyal masuk mempunyai fS = ff , tegangan kendali ke VCO akan tetap sama dengan nol. Fasa θo dari VCO akan mengatur sendiri untuk menghasilkan beda fasa θe = θs – θo, yang akan menghasilkan keluaran nol pada detektor fasa (θe = 0, θs = θo). Sudut θe mungkin 90° atau 180°, tergantung pada jenis rangkaian detektor fasa.

  3. Jika frekuensi masuk berubah sehingga fs ≠ ff, beda fasa θe harus cukup berubah untuk menghasilkan kendali Vd tegangan yang akan menggeser frekuensi VCO ke fo=fs. Daerah frekuensi yang dimungkinkan oleh pengendalian tersebut merupakan fungsi dari komponen–komponen loop. • Suatu pembagi frekuensi yang dapat dipilih dapat disisipkan ke dalam loop antara titik a dan b. Kalau perbandingan pembagi sama dengan n, frekuensi VCO fo -n.fs tetapi tegangan/fasa yang diumpanbalikkan ke detektor fasa mempunyai fasa = θo. Dengan ini berarti VCO dapat membangkitkan kelipatan frekuensi masuk dengan hubungan fasa yang teliti antara dua tegangan.

  4. 3.Jenis Detektor Phasa: Sinusoidal Detektor Phasa: Ve = kd sin θe, dimana θe = θs – θo jika : θe <<Ve, Ve = kd.θe, kd = Ve/ θe dimana Kd = konstanta detektor fasa (Volt / rad) jika fasa masukan dan fasa keluaran berubah terhadap waktu dan frekuensi, maka: dalam domain s (=j2πf) Ve(s) = kd.θe(s)

  5. Detektor Phasa Segitiga: Ve = 2A / π .θe Kd = Ve / θe = 2A / π jika fasa masukan dan fasa keluaran berubah terhadap waktu dan frekuensi, maka: dalam domain s (=j2πf) Ve(s) = kd.θe(s)

  6. Detektor Phasa Gigi gergaji: jika fasa masukan dan fasa keluaran berubah terhadap waktu dan frekuensi, maka: (dalam domain s =j2πf)  Ve(s) = kd.θe(s)

  7. 4.Filter LPF tanpa penguatan (pasif):

  8. 5. Filter Lead-Lag:

  9. 6. Filter dengan penguat:

  10. 7. VCO (Voltage Controled Oscillator):

  11. Phasa keluaran VCO:

  12. Fasa keluaran VCO, kita lihat sistem PLL:

  13. Fungsi Transfer (fasa) Lingkar Terbuka PLL:

  14. Asumsi menggunakan Filter tipe nomor 2:

  15. Sehingga:

  16. Respon alami sistem orde 2:

  17. Keterangan gambar:

  18. Daerah kuncian/ tracking: Daerah dimana frekuensi free running masih mampu mengejar perubahan frekuensi luar.

  19. 8.9. Kegunaan PLL: 8.9.1 Frequency Syntesizer:

  20. 8.9.2 Modulator dan Demodulator: 8.9.2.1 PLL sebagai Modulator FM:

  21. Langkah-langkah Perancangan PLL(dengan filter lead-lag):

  22. Contoh perancangan PLL: Rancanglah PLL jika diinginkan: Overshot  20%, pada settling time: 1ms dengan kriteria 5%

  23. dari soal diatas, overshot< 20 % , nilai < 5% dicapai pada saat:

  24. asumsi bahwa dihitung pada saat n =25 fo=2,5 MHz, sehingga:kv = 0,5.10.107 / 25 = 0,2.107

  25. Latihan Soal

More Related