Diluar Arena
Home > Berita > DILUAR ARENA > Simon Santoso Tantang Chen Long
26 November 2011
Simon Santoso Tantang Chen Long
 
 

Indonesia masih mempunyai harapan untuk bisa meraih gelar juara para turnamen Li Ning China Open Super Series Premier 2011. Harapan itu kini disematkan pada satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di babak semi final melalui tunggal putra, Simon Santoso. Selain menjadi satu-satunya wakil Indonesia, Simon pun menjadi satu-satunya pemain non unggulan yang bisa menerobos babak semifinal. Simon membuyarkan semifinal Ideal yang seyogyanya mempertemukan empat unggulan teratas.

Perjuangan keras dan melelahkan harus di tempuh Simon pada babak perempat final. Menghadapi pemain unggulan keempat Peter Hoeg Gade, Simon harus berjuang selama satu jam tiga belas menit. Simon berhasil membalikkan angka statistik kemenangan yang saat ini masih di pegang oleh pemain asal Denmark tersebut. Data statistik sebelum babak perempat final menunjukan Peter masih unggul dibanding Simon dengan 10 kemenangan untuk Peter berbanding 3 untuk Simon. Tetapi begitu masuk di karpet hijau, Simon mampu membuyarkan data yang ada.

Simon yang biasanya terlambat panas, kali ini berinisiatif menyerang terlebih dahulu. Hasilnyapun ia bisa memimpin di interval game pertama dengan 11-9. Tetapi sayangnya setelah angka sama 14-14, Peter bisa mengunci permainan Simon dan hanya memberikan satu tambahan angka untuk Simon sebelum akhirnya Peter bisa mengambil game pembuka dengan 21-15. Di game kedua, Simon yang tetap konsisten menyerang ternyata bisa mengambil game kedua dengan 21-15.

Pada game penentuan, ketahanan fisik kedua pemain ini benar-benar di uji. Simon yang lebih muda ternyata bisa memanfaatkan kebugarannya. Sejak game ketiga dimulai Simon selalu unggul dalam perolehan angka tanpa pernah bisa disamakan oleh Peter. Di penghujung game ketiga Simon sebenarnya hanya tinggal butuh satu angka saja ketika angka ada pada posisi 20-11. Di luar dugaan, pemain Denmark yang menjadi finalis Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2011 bisa membukukan enam angka tambahan dalam satu service dan membuat angka berubah menjadi 20-16. Beruntung Simon bisa mengembalikan konsentrasinya dan tambahan satu angkapun bisa diraihnya menjadi 21-16. Dengan hasil ini, Simon berhasil menembus babak semifinal dan akan menantang pemain China, Chen Long yang menjadi unggulan kedua.

Dengan pemain China ini, Simon pernah bertemu satu kali. Pertemuan perdana mereka terjadi pada kejuaraan Yonex Denmark Open 2011 lalu yang juga di juarai oleh pemain China ini. Ketika itu Simon menyerah dalam pertarungan tiga game. Jika Simon bermain sebaik ketika menghadapi Peter Hoeg Gade, tidak tertutup kemungkinan ia akan bisa membalas kekalahannya.
Pertarungan klasik terjadi di babak semifinal lainya. Dua kekuatan bulutangkis dunia akan memperagakan teknik bermain bulutangkis yang ciamik. Unggulan utama Lee Chong Wei kembali akan menghadapi musuh abadinya dari China , Lin Dan. Sudah dua puluh lima kali keduanya bertemu dalam pertandingan resmi. Sang “Super Dan” masih unggul jauh dengan membukukan tujuh belas kali kemenangan, sementara Lee Chong Wei baru menang sebanyak delapan kali.

Meski babak final baru akan dilangsungkan pada hari minggu (27/11), tetapi China telah memastikan merebut satu gelar juara melaui nomor tunggal putri. Empat tunggal putri China menguasai babak semifinal. Wang Yihan yang menempati unggulan kedua akan menghadapi Liu Xin, Sementara Wang Xin akan menjajal kemapuan Li Xuerui.

Di ganda putri pemain-pemain Chinapun mendominasi babak empat besar. Tiga dari empat tempat yang ada di kuasai oleh pasangan dari China. Satu tempat hanya disisakan untuk pasangan dari Jepang Mizuki Fujii/Reika Kakiiwa. Pasangan dari Jepang yang diunggulkan di tempat ketiga ini akan menantang unggulan utama Wang Xiaoli/Yu Yang. Sementara unggulan kedua Tian Qing/Zhao Yunlei akan bertemu juniornya Tang Jinhua/Xia Huan. (AR)