Mengenal Keunikan Dadasa, Riasan Khas Pengantin Perempuan Suku Bugis-Makassar

sumber

Setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi adat yang beragam, termasuk dalam hal riasan pengantin. Salah satu riasan pengantin yang cukup unik dan masih dilestarikan hingga kini bisa dilihat dalam pernikahan masyarakat Suku Bugis-Makassar, mulai dari bentuk busana, riasan rambut, hingga riasan wajah.

Masyarakat Suku Bugis-Makassar mempunyai satu ciri khas yang unik dalam riasan pengantin perempuan, yaitu riasan hitam pada bagian dahi yang oleh masyarakat Bugis disebut Dadasa. Penggunaan riasan Dadasa berfungsi untuk menyamarkan garis pertumbuhan rambut pada bagian dahi yang kurang simetris. Selain itu, Dadasa juga bisa membuat tampilan pengantin perempuan terlihat lebih ideal.

Makna Dadasa

Selain untuk membuat pengantin perempuan tampak lebih cantik dan mempesona, riasan Dadasa pada pengantin Suku Bugis-Makassar ternyata memiliki sejumlah makna. Jika diperhatikan dengan seksama, model riasan Dadasa pada pengantin perempuan Suku Bugis-Makassar tampak seperti siluet bungai teratai.

Konon, bentuk ini dipercaya sebangai lambang kesucian, yang mana bungai teratai diyakini sebagai bunga suci yang sangat kaya akan khasiat. Penggunaan riasan Dadasa diharapkan bisa membuat pengantin perempuan tampak lebih anggun dan percaya diri.

Dadasa dari Masa ke Masa

Penggunaan Dadasa dalam riasan pengantin perempuan suku Bugis-Makassar sudah dilakukan sejak dulu. Konon, dulunya model Dadasa berbeda antara perempuan dari kalangan bangsawan dengan perempuan kalangan biasa. 

Warna hitam yang digunakan untuk membentuk Dadasa dulunya diperoleh dari bahan alami, yaitu kemiri yang dihanguskan lalu ditumbuk halus. Namun, di zaman yang serba modern ini, cara tersebut tidak digunakan lagi. 
Saat ini pembuatan Dadasa dilakukan dengan penggunaan krim hitam khusus yang disebut Pidih. Krim ini memiliki tekstur yang lembut serta mudah diaplikasikan. Selain itu, bahannya juga tidak menimbulkan reaksi alergi di kulit sehingga pengantin akan tetap merasa nyaman saat menggunakannya.

sumber

Perbedaan Dadasa Bugis dan Makassar

Jika dulunya model Dadasa dibedakan antara kalangan bangsawan dan kalangan biasa, kini tidak lagi. Jika kita melihat model Dadasa yang berbeda-beda, bukan karena faktor kedudukan status sosial, melainkan perbedaan suku.

Riasan Dadasa pada pengantin Suku Bugis dan Suku Makassar memang memiliki perbedaan. Dadasa yang digunakan oleh Suku Bugis berbentuk lengkung pada bagian tengah dahi dan disebut Dadasa Tumpul. Sedangkan, riasan Dadasa pada pengantin Suku Makassar tampak lebih runcing di bagian tengahnya, model seperti ini disebut Dadasa Mangkasara.

Cara Pembuatan Pola Dadasa

Seperti disebutkan sebelumnya, Dadasa berfungsi untuk membuat penampilan pengantin tampak lebih anggun. Oleh karena itu, riasan Dadasa tidak boleh dilakukan dengan asal-asalan. Sebelum membuat Dadasa, anak rambut yang tumbuh di sekitar dahi akan dibersihkan terlebih dahulu, ini bertujuan agar Dadasa bisa menempel dengan baik.

Pada zaman dulu, orang-orang tua membuat pola Dadasa pada dahi pengantin berdasarkan naluri serta patokan jari. Namun, karena ukuran jari perias pengantin berbeda-beda, maka hendaknya dadasa dibuat menyesuaikan proporsi ukuran dahi sang pengantin. 
Dadasa yang baik adalah yang titik tengahnya berada tepat di tengah-tengah dahi sehingga tampak proporsional di wajah pengantin. Dengan menggunakan pola tersebut, Dadasa akan tampak lebih apik sehingga membuat pengantin semakin anggun dan percaya diri.

Sumber referensi:

https://kumparan.com/berita-terkini/mengenal-tata-rias-pengantin-dalam-pernikahan-adat-bugis-1xOaB9Ds6Ws/full

https://weddingmarket.com/artikel/makeup-pengantin-bugis

http://repositori.uin-alauddin.ac.id/

Dinas Pariwisata Kota Makassar

Jalan Urip Sumoharjo, Karampuang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90231

Find Our Social Media

Copyrights @2022 Dinas Pariwisata Kota Makassar | All Rights Reserved