ebagaimana telah diterangkan diatas, membuat biogas dengan kotoran sapi cukup mudah. Hanya dengan memasukkan kotoran sapi kedalam digester anaerob, dan mendiamkannya beberapa lama, Biogas akan terbentuk. Hal ini bisa terjadi karena sebenarnya dalam kotoran sapi yang masih segar terdapat bakteri yang akan men-fermentasi kotoran tersebut. Tanpa dimasukkan ke dalam digester pun biogas sebanarkan akan terbentuk pada proses dekomposisi kotoran sapi, namun prosesnya berlangsung lama dan tentu saja biogas yang dihasilkan tidak dapat kita gunakan.
Ada tiga jenis digester yang telah dikembangkan selama ini, yaitu:
Fixed dome plant, yang dikembangkan di china,
Floating drum plant, yang lebih banyak dipakai di India dengan varian plastic cover biogas plant, dan
Plug-flow plant atau balloon plant yang banyak digunakan di Taiwan, Etiopia, Kolombia, Vietnam dan Kamboja. Jenis ini juga yang banyak digunakkan oleh petani kita di daerah Lembang dan Cisarua.
Bagian-bagian pokok digester gas bio adalah:
bak penampung kotoran ternak,
digester,
bak slurry,
penampung gas,
pipa gas keluar,
pipa keluar slurry,
pipa masuk kotoran ternak.
Fixed dome plant
Pada fixed dome plant, digesternya tetap. Penampung gas ada pada bagian atas digester. Ketika gas mulai timbul, gas tersebut menekan slurry ke bak slurry. Jika pasokan kotoran ternak terus menerus, gas yang timbul akan terus menekan slurry hingga meluap keluar dari bak slurry. Gas yang timbul digunakan/dikeluarkan lewat pipa gas yang diberi katup/kran.
Keuntungan: tidak ada bagian yang bergerak, awet (berumur panjang), dibuat di dalam tanah sehingga terlindung dari berbagai cuaca atau gangguan lain dan tidak membutuhkan ruangan (diatas tanah).
Kerugian: Kadang-kadang timbul kebocoran, karena porositas dan retak-retak, tekanan gasnya berubah-ubah karena tidak ada katup tekanan.
Floating drum plant
Floating drum plant terdiri dari satu digester dan penampung gas yang bisa bergerak. Penampung gas ini akan bergerak keatas ketika gas bertambah dan turun lagi ketika gas berkurang, seiring dengan penggunaan dan produksi gasnya.
Keuntungan: Tekanan gasnya konstan karena penampung gas yang bergerak mengikuti jumlah gas. Jumlah gas bisa dengan mudah diketahui dengan melihat naik turunya drum.
Kerugian: Konstruksi pada drum agak rumit. Biasanya drum terbuat dari logam (besi), sehingga mudah berkarat, akibatnya pada bagian ini tidak begitu awet (sering diganti). Bahkan jika digesternya juga terbuat dari drum logam (besi), digeseter tipe ini tidak begitu awet.
Baloon plant
Konstruksi balloon plant lebih sederhana, terbuat dari plastik yang pada ujung-ujungnya dipasang pipa masuk untuk kotoran ternak dan pipa keluar peluapan slurry. Sedangkan pada bagian atas dipasang pipa keluar gas.
Keuntungan: biayanya murah, mudah diangkut, konstruksinya sederhana, mudah pemeliharaan dan pengoperasiannya.
Kerugian: tidak awet, mudah rusak, cara pembuatan harus sangat teliti dan hati-hati (karena bahan mudah rusak), bahan yang memenuhi syarat sulit diperoleh.
Andrias Wiji Setio Pamuji
Siapakah orang yang mempopulerkan penggunaan Biogas di kalangan peternak sapi kita? Tidak lain adalah Andrias Wiji Setio Pamuji. Beliau adalah alumni Jurusan Teknik Kimia ITB. Andrias pada saat kuliah melakukan penelitian dengan pembuatan reaktor digester sederhana pembuatan Bioagas dan pernah menang dalam Lomba Kreativitas Mahasiswa tahun 2002. Dari hasil pengembangan penelitiannya tersebut, pada tanggal 9 April 2005 mulai memasarkan reaktor ciptaanya tersebut ke kalangan petani dan peternak sapi di daerah Lembang dan Cisarua. Saya baru ingat, kalau ternyata kunjungan lapangan yang saya lakukan pada awal tahun 2006 yang lalu dalam rangka melihat langsung pembuatan reaktor digester biogas dan aplikasinya langsung di masyarakat, pernah mampir ke workshop beliau di daerah Kabupaten Bandung (saya lupa namanya, hehe…) dan sempat bicara panjang lebar dengan beliau…
sumber : http://riekonaicha.co.cc/2010/03/pembuatan-biogas-dari-kotoran-sapi-sebagai-alternatif-untuk-mencapai-swadaya-energi/