Telusuri Gambar Maps YouTube Gmail Drive Kalender Terjemahan Lainnya »
Masuk
Terima kasih telah menggunakan Tanya Jawab. Pada 23 Juni 2014 Tanya Jawab akan menjadi layanan hanya-baca. Setelah 23 Juni 2014, semua pertanyaan yang telah dijawab akan tersedia untuk dicari dan ditelusuri tapi tidak ada pertanyaan baru, jawaban baru, atau kegiatan tulis pengguna lainnya akan diterima.. Baca Pertanyaan Umum untuk informasi lebih lanjut.
Tanya Jawab
Label Teratas
Kehidupan (11468)
Kesehatan & Pengobatan (9202)
Komputer & Internet (8247)
Pendidikan & Sains (7360)
Produk Google (2672)
Permainan (2230)
komentar pengguna (2203)
Bisnis & Keuangan (1852)
Sosial dan Budaya (1775)
Hiburan & Hobi (959)
Olahraga (946)
Tempat (598)
Elektronik Konsumen (596)
dewasa (539)
Hubungan & Keluarga (472)
Kecantikan & Gaya (372)
Travel & Transportasi (173)
Social Media (29)
Lihat semua ›
Benarkah semua walisongo keturunan China ?
Masyarakat
Bangsa dan Budaya
Catatan #1 18 Mei 2012 14.04.07
Siapakah Walisongo? Apakah mereka benar-benar keturunan Tionghoa? INSIDE (Institute for Study of Islam and Democraty) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAIN Walisongo Semarang, akan menjawab pertanyaan itu dalam bedah buku Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara karya Profesor Slamet Mulyana, di IAIN Walisongo Semarang, Rabu (15/6). Diskusi bertema "Rekonstruksi Sejarah dan Relasi China-Islam di Indonesia" itu, antara lain melibatkan pengamat sosial budaya Prof Dr H Abdul Djamil MA, budayawan Darmanto Jatman, sejarahwan ketionghoaan Jongkie Tio, pengusaha Haryanto Kusuma Halim, dan pengamat budaya Tionghoa R Sunarto sebagai pembicara. Benita Arijani, salah satu panitia 600 Tahun Pendaratan Laksamana Cheng Ho, menyambut baik diskusi itu. "Itu merupakan diskusi yang bakal kian membuktikan relasi indah antara masyarakat Tionghoa dan Jawa. Karena itu, saya berharap acara tersebut bisa dikaitkan dengan acara 600 Tahun Pendaratan Laksamana Cheng Ho,'' ujar dia. Apa saja yang akan diungkapkan pada diskusi itu? Tentu berupa pewartaan ''kembali'' asal-usul Walisongo. Prof Slamet Mulyana memang pernah mengungkapkan hal itu dalam buku Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara. Buku itu, pada 1968 dilarang beredar karena alasan bakal memunculkan konflik suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Menurut Mulyana, pendiri kerajaan Islam pertama di Jawa adalah orang Tionghoa. Itu belum seberapa. Sultan pertama pun ternyata orang Tionghoa bernama Chen Jinwan alias Raden Patah alias Panembahan Tan Jin Bun/Arya (Cu-Cu). Walisongo pun orang Tionghoa. Walisongo itu didirikan oleh Sunan Ampel pada 1474. Mereka terdiri atas sembilan wali, yaitu Sunan Ampel alias Bong Swie Ho, Sunan Drajat alias Bong Tak Keng, Sunan Bonang alias Bong Tak Ang, Sunan Kalijaga alias Gan Si Cang, Sunan Gunung Jati alias Du Anbo-Toh A Bo, Sunan Kudus alias Zha Dexu-Ja Tik Su, Sunan Giri alias cucu Bong Swie Ho, Sunan Muria, dan Maulana Malik Ibrahim alias Chen Yinghua/Tan Eng Hoa. Benarkah? Jangan-jangan karena para perekonstruksi sejarah Walisongo adalah orang-orang Tionghoa, sehingga tokoh-tokoh yang muncul pun ditionghoakan? Namun, jika para wali bukan orang Tionghoa, mengapa sanggahannya tak mencuat hingga sekarang? Nah, jika tertarik membahas hal itu, silakan mengikuti bedah buku terbitan LKiS tersebut.
Jawaban (1)
Urutkan Menurut: Suara | Waktu
Ada kesalahan saat memuat jawaban. Silakan coba lagi.
Beberapa jawaban telah disembunyikan dari tampilan Anda
Suara
-1
Dilihat
2253
Mengikuti
1
x
©2014 Google - Persyaratan - Kebijakan Konten - Privasi