Telusuri Gambar Maps YouTube Gmail Drive Kalender Terjemahan Lainnya »
Masuk
Terima kasih telah menggunakan Tanya Jawab. Pada 23 Juni 2014 Tanya Jawab akan menjadi layanan hanya-baca. Setelah 23 Juni 2014, semua pertanyaan yang telah dijawab akan tersedia untuk dicari dan ditelusuri tapi tidak ada pertanyaan baru, jawaban baru, atau kegiatan tulis pengguna lainnya akan diterima.. Baca Pertanyaan Umum untuk informasi lebih lanjut.
Tanya Jawab
Label Teratas
Kehidupan (11468)
Kesehatan & Pengobatan (9202)
Komputer & Internet (8247)
Pendidikan & Sains (7360)
Produk Google (2672)
Permainan (2230)
komentar pengguna (2203)
Bisnis & Keuangan (1852)
Sosial dan Budaya (1775)
Hiburan & Hobi (959)
Olahraga (946)
Tempat (598)
Elektronik Konsumen (596)
dewasa (539)
Hubungan & Keluarga (472)
Kecantikan & Gaya (372)
Travel & Transportasi (173)
Social Media (29)
Lihat semua ›
Kenapa umat Islam saat berwudhu harus berurutan dan apa artinya setiap urutan gerakan tsb?
Agama dan Kepercayaan
Masyarakat
Yang pasti tidak boleh tidak dilakukan, dan harus berurutan.   Sampai sekarang saya belum mendapat jawaban yang mengena di hati saya.   Kalau anda mempunyai jawabannya, saya sangat berterima kasih dunia akherat.
Catatan #1 17 Feb 2011 12.47.42
Trima kasih mas matahari, tapi bukannya saya membantah pendapat anda.
Kalau telapak tangan awal, dan kaki terakhir itu memang proses yang membersihkan dari kotoran.
Tapi kalau mulut, hidung dll, saat isya kita sudah wudhu, tentu bersih trus tidur, tapi habis gosok gigi sih, dan tidak minum atau makan lagi.   Kalau tidak ada halangan dalam tidur, tentu tidak perlu mandi hadas besar kan, jadi bisa langsung wudhu.   Saya rasa semua masih bersih dalam waktu yang singkat, tapi tidak suci.   Kita harus menyucikan diri lagi.  Tapi setelah membasuh tangan tentunya tidak boleh kalau tidak berurutan.  

Memang Rasullallh pernah berkata dalam hadistnya seperti yang anda tulis, tapi sebagai umatnya kita harus menggunakan akal (kias) kalau tidak terdapat dalam Alquran, Hadist atau jawaban para Ulama.  Kalau membersihkan kotoran mulut, hidung, telinga,  itu membersihkan hadast kecil.   Tapi yang dibicarakan adalah menyucikan diri, bukan membersihkan hadas kecil, karena dengan mandi pun hadas kecil pun sudah bersih.    

Dalam Islam memang diberikan keleluasaan dalam mengartikan sesuatu yang tidak tertera di Alquran atau di Hadist yaitu dengan akal kita seperti Sabda Rasul :  
Umat bertanya kepada Rasul :
" Ya Rasullah, kalau kita sudah mandi dengan bersih, apakah kita harus berwudhu lagi?"
Rasullah menjawab:
"Apakah ada yang lebih bersih dari mandi?"

Itukan artinya kita harus menggunakan akal pikiran untuk menjawab pertanyaan itu?    Apa saya membaca hadist yang tidak shoheh?

Tapi anyway, saya sangat berterima kasih atas tanggapan anda, yang berarti anda memberikan satu ilmu lagi kepada saya.
Jawaban (4)
Urutkan Menurut: Suara | Waktu
Pengeposan jawaban dinonaktifkan.
Google Penelusuran Web
Google Penelusuran Gambar
Pilih Video YouTube
Telusuri
Masukkan URL
Ketik penelusuran Anda di kotak untuk menemukan tautan web.
Ketik penelusuran Anda di kotak untuk menemukan gambar.
Ketik penelusuran Anda di kotak untuk menemukan video.
Kotak penelusuran tidak boleh kosong
Tempel url di kotak berikut:
Situs web tidak dapat dimuat
Telusuri YouTube
Tambahkan Tautan Video
Ada kesalahan saat memuat jawaban. Silakan coba lagi.
Beberapa jawaban telah disembunyikan dari tampilan Anda
Suara
-5
Dilihat
2750
Mengikuti
0
x
©2014 Google - Persyaratan - Kebijakan Konten - Privasi