Telusuri Gambar Maps YouTube Berita Gmail Drive Kalender Lainnya »
Masuk
Tanya Jawab tidak didukung pada browser Anda: beberapa fitur mungkin tidak bekerja dengan benar. Untuk melihat daftar browser yang didukung, klik di sini .
Tanya Jawab
Apa yang dimaksud dengan unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam suatu cerpen?
Apa yang dimaksud dengan unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam suatu cerpen?
Jawaban (2)
Sortir Menurut: Suara | Waktu
Masuk atau Daftar sekarang untuk menjawab pertanyaan ini
Google Penelusuran Web
Google Penelusuran Gambar
Pilih Video YouTube
Telusuri
Masukkan URL
Ketik penelusuran Anda di kotak untuk menemukan tautan web.
Ketik penelusuran Anda di kotak untuk menemukan tautan web.
Ketik penelusuran Anda di kotak untuk menemukan tautan web.
Kotak penelusuran tidak boleh kosong
Tempel url di kotak berikut:
Situs web tidak dapat dimuat
Telusuri YouTube
Tambahkan Tautan Video
Ada dua unsur utama dalam karya sastra, yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur ekstrinsik berupa segala sesuatu yang menginspirasi penulisan karya sastra dan mempengaruhi karya sastra secara keseluruhan.

a. unsur Intrinsik
unsur yang terdapat di dalam karya sastra.yang mempengaruhi karya sastra tersebut,unsure intrinsik dalam cerita meliputi

Tema
Pokok persoalan dalam cerita.

Karakter
Tokoh dalam cerita. Karakter dapat berupa manusia, tumbuhan maupun benda
Karekter dapat dibagi menjadi:

Karakter utama: tokoh yang membawakan tema dan memegang banyak peranan dalam cerita
Karakter pembantu: tokoh yang mendampingi karakter utama
Protagonis : karakter/tokoh yang mengangkat tema

Antagonis : karakter/tokoh yang memberi konflik pada tema dan biasanya berlawanan dengan karakter protagonis. (Ingat, tokoh antagonis belum tentu jahat).

Konflik
Konflik  adalah pergumulan yang dialami oleh karakter dalam cerita dan . Konflik ini merupakan inti dari sebuah karya sastra yang pada akhirnya membentuk plot. Ada empat macam konflik, yang dibagi dalam dua garis besar:

Konflik internal
Individu-diri sendiri: Konflik ini tidak melibatkan orang lain, konflik ini ditandai dengan gejolak yang timbul dalam diri sendiri mengenai beberapa hal seperti nilai-nilai. Kekuatan karakter akan terlihat dalam usahanya menghadapi gejolak tersebut

Konflik eksternal  
Individu – Individu: konflik yang dialami seseorang dengan orang lain
Individu – alam: Konflik yang dialami individu dengan alam. Konflik ini menggambarkan perjuangan individu dalam usahanya untuk mempertahankan diri dalam kebesaran alam.                                      
Individu- Lingkungan/ masyarakat : Konflik yang dialami individu dengan masyarakat atau lingkungan hidupnya.

Seting
Keterangan tempat, waktu dan suasana cerita.
Sebuah cerita harus jelas dimana berlangsungnya, kapan terjadi dan suasana serta
keadaan ketika cerita berlangsung

Plot
Jalan cerita dari awal sampai selesai

   Eksposisi : penjelasan awal mengenai karakter dan latar( bagian cerita yang mulai memunculkan konflik/ permasalahan)
   Klimaks : puncak konflik/ ketegangan
   Falling action: penyelesaian


Sudut pandang
Sudut pandang yang dipilih penulis untuk menyampaikan ceritanya.

Orang pertama: penulis berlaku sebagai karakter utama cerita, ini ditandai dengan penggunaan kata “aku”. Penggunaan teknik ini menyebabkan pembaca tidak mengetahui segala hal yang tidak diungkapkan oleh sang narator. Keuntungan dari teknik ini adalah pembaca merasa menjadi bagian dari cerita.
Orang kedua: teknik yang banyak menggunakan kata ‘kamu’ atau ‘Anda.’ Teknik ini jarang dipakai karena memaksa pembaca untuk mampu berperan serta dalam cerita.
Orang ketiga: cerita dikisahkan menggunakan kata ganti orang ketiga, seperti: mereka dan dia.


Teknik penggunaan bahasa        
Dalam menuangkan idenya, penulis biasa memilih kata-kata yang dipakainya sedemikian rupa sehingga segala pesannya sampai kepada pembaca. Selain itu, teknik penggunaan bahasa yang baik juga membuat tulisan menjadi indah dan mudah dikenang. Teknik berbahasa ini misalnya penggunaan majas, idiom dan peribahasa.

Amanat
Nilai (amanat) : pesan atau nasihat yang ingin disampaikan pengarang emalalui
cerita

b. unsur Ekstrinsik
Faktor ekstrinsik adalah segala faktor luar yang melatarbelakangi penciptaan karya sastra. Ia merupakan milik subjektif pengarang yang bisa berupa kondisi social, motivasi, tendensi yang mendorong dan mempegaruhi kepengarangan seseorang. Faktor-faktor ekstrinsik itu dapat meliputi:

1) tradisi dan nilai-nilai,
2) struktur kehidupan sosial,
3) keyakinan dan pandangan hidup,
4) suasana politik,
5) lingkungan hidup,
6) agama, dan sebagainya.
Referensi
unsur intrinsik adalah unsur yang membangun atau mendukung cerpen dari dalam cerpen itu sndiri, atau unsur yg terkandung dalam cerpen . contoh : Tema, Alur, Perwatakan, Amanat, dll
kalau unsur ekstrinsik , unsur yang mendukung cerpen dari luar , contoh : latar belakang pengarang cerpen, biografi pengrang dll
Tentang pertanyaan ini
0 poin hadiah jawaban terbaik
Dilihat 19852
2 jawaban diposkan
Pertanyaan Terkait
jawaban: 4 dukungan suara: 0
jawaban: 1 dukungan suara: 0
jawaban: 1 dukungan suara: 0
jawaban: 4 dukungan suara: 0
jawaban: 1 dukungan suara: 0
jawaban: 1 dukungan suara: 1
jawaban: 1 dukungan suara: 0
jawaban: 2 dukungan suara: 0
x
©2013 Google - Persyaratan - Kebijakan Konten - Privasi - Pedoman Komunitas