Beranda > Pertanyaan
Pertanyaan
Hari tasrik itu kapan serta apa dimaksud hari tasyrik.
Agama dan Kepercayaan 30/10/11 Diposkan oleh Belum Ada Nama
Jawaban
1 dari 2
Hari 11, 12 dan 13 Dzulhijjah adalah Hari Tasyrik

Puasa Hari Tasyrik

عَنْ أَبِي مُرَّةَ مَوْلَى أُمِّ هَانِئٍ أَنَّهُ دَخَلَ مَعَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَلَى أَبِيهِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ ، فَقَرَّبَ إِلَيْهِمَا طَعَامًا ، فَقَالَ : كُلْ . قَالَ : إِنِّي صَائِمٌ . قَالَ عَمْرٌو : كُلْ ، فَهَذِهِ الأَيَّامُ الَّتِي كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا بِفِطْرِهَا ، وَيَنْهَى عَنْ صِيَامِهَا . قَالَ مَالِكٌ : وَهِيَ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ . صححه الألباني في صحيح أبي داود .

Dari Abi Murrah Maula (bekas budak) Umi Hani, Bahwa ia bersama Abdullah bin Amr datang kepada ayahnya Amru bin Ash, Maka disuguhkanlah kepada mereka berdua makanan. Ia (Amr bin Ash), “Makanlah”. Ia (Abdullah bin Amr) menjawab, “Aku sedang puasa”. Maka Amr bin Ash berkata, “Makanlah, karena hari ini adalah hari dimana Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam memerintahkan kita untuk berbuka (makan) dan melarang dari berpuasa pada hari ini”. Malik berkata, “(yang dimaksud) Itulah hari-hari tasyriq”

(Dishohihkan Oleh Syeikh al-Albany dalam Shohih Sunnan Abi Daud)

اليوم الحادي عشر من ذي الحجة والثاني عشر والثالث عشر ، تسمى أيام التشريق

Hari 11, 12 dan 13 Dzulhijjah adalah Hari Tasyrik
30/10/11 Diposkan oleh Simon Mangande
2 dari 2
Amalan Hari Tasyrik
Hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah ) adalah hari penuh
kemuliaan, hari di mana jamaah haji melaksanakan
ritual melempar jumrah, dan hari dimana umat Islam
di negeri lainnya sibuk dengan menyembelih kurban.
Banyak keutamaan dan amalan mulia yang bisa
dilaksanakan di hari Tasyrik. Tulisan yang sederhana
ini akan menjelaskan beberapa di antaranya :
Hari ‘Id Kaum Muslimin
Hari Arafah, hari Idul Adha, dan hari Tasyrik termasuk
hari id kaum muslimin. Disebutkan dalam hadis,
َﺔَﻓَﺮَﻋ ُﻡْﻮَﻳ ُﻡْﻮَﻳَﻭ ِﺮْﺤَّﻨﻟﺍ ُﻡﺎَّﻳَﺃَﻭ ِﻖﻳِﺮْﺸَّﺘﻟﺍ ﺎَﻧُﺪﻴِﻋ َﻞْﻫَﺃ ِﻡَﻼْﺳِﻹﺍ
ُﻡﺎَّﻳَﺃ َﻰِﻫَﻭ ٍﺏْﺮُﺷَﻭ ٍﻞْﻛَﺃ
“ Hari Arafah, hari Idul Adha, dan hari-hari Tasyrik
adalah ‘id kami -kaum muslimin-. Hari tersebut (Idul
Adha dan hari Tasyrik) adalah hari menyantap makan
dan minum. ”
Hari Idul Adha dan Hari Tasyrik Adalah Hari Yang
Paling Mulia
Mengenai keutamaan hari Idul Adha dan hari Tasyrik
(11, 12 ,dan 13 Dzulhijah) disebutkan dalam hadis
yang diriwayatkan oleh Abu Daud,
َﻢَﻈْﻋَﺃ َّﻥِﺇ ِﻡﺎَّﻳَﻷﺍ ِﻪَّﻠﻟﺍ َﺪْﻨِﻋ َﻙَﺭﺎَﺒَﺗ ُﻡْﻮَﻳ ﻰَﻟﺎَﻌَﺗَﻭ ِﺮْﺤَّﻨﻟﺍ َّﻢُﺛ ِّﺮَﻘْﻟﺍ ُﻡْﻮَﻳ
“Sesungguhnya hari yang paling mulia di sisi Allah
Tabaroka wa Ta’ala adalah hari Idul Adha dan yaumul
qorr (hari Tasyrik).”
Hari Tasyrik disebut yaumul qor karena pada saat itu
orang yang berhaji berdiam di Mina. Apabila dirinci
mengenai keutamaan dari tiga hari Tasyrik ini, maka
yang terbaik di antara tiga hari tersebut adalah hari
Tasyrik yang pertama, kemudian yang kedua, dan
yang terakhir adalah hari ketiga.
Hari Idul Adha dan Hari Tasyrik, Hari Bersenang-
Senang Untuk Menyantap Makanan
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, bahwa
Idul Adha dan hari Tasyrik adalah hari kaum muslimin
untuk menikmati makanan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
ُﻡﺎَّﻳَﺃ ُﻡﺎَّﻳَﺃ ِﻖﻳِﺮْﺸَّﺘﻟﺍ ٍﺏْﺮُﺷَﻭ ٍﻞْﻛَﺃ
“ Hari-hari Tasyrik adalah hari menikmati makanan dan
minuman.”
Dalam lafazh lainnya, beliau bersabda,
ُﻡﺎَّﻳَﺃَﻭ ُﻡﺎَّﻳَﺃ ﻰًﻨِﻣ ٍﺏْﺮُﺷَﻭ ٍﻞْﻛَﺃ
“ Hari Mina (hari Tasyrik) adalah hari menikmati
makanan dan minuman.”
Yang dimaksud dengan hari Mina di sini adalah ayyam
ma’dudaat sebagaimana yang disebutkan dalam ayat,
َﻪَّﻠﻟﺍ ﺍﻭُﺮُﻛْﺫﺍَﻭ ﻲِﻓ ٍﺕﺍَﺩﻭُﺪْﻌَﻣ ٍﻡﺎَّﻳَﺃ
“ Dan berDzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam
beberapa hari yang terbilang. ” (QS. Al Baqarah: 203).
Yang dimaksud hari yang terbilang adalah hari-hari
setelah hari Idul Adha (hari an-nahr ) yaitu hari-hari
Tasyrik. Inilah pendapat Ibnu Umar dan pendapat
kebanyakan ulama. Namun Ibnu Abbas dan Atha
mengatakan bahwa hari yang terbilang di situ adalah
empat hari yaitu hari Idul Adha dan tiga hari
sesudahnya. Hari-hari tersebut disebut hari Tasyrik.
Pendapat pertama yang menyatakan bahwa hari yang
terbilang adalah tiga hari sesudah Idul Adha adalah
pendapat yang lebih tepat.
Hari Tasyrik Adalah Hari Berdzikir
Sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat
203 di atas (yang artinya), “ Dan berdzikirlah (dengan
menyebut) Allah dalam beberapa hari yang terbilang. ”
Ini menunjukkan adanya perintah berdzikir di hari-hari
Tasyrik.
Lalu apa saja dzikir yang dimaksudkan ketika itu?
Beberapa dzikir yang diperintahkan oleh Allah di hari-
hari Tasyrik ada beberapa macam:
Pertama: berdzikir kepada Allah dengan bertakbir
setelah selesai menunaikan salat wajib. Perbuatan ini
disyariatkan hingga akhir hari Tasyrik sebagaimana
pendapat mayoritas ulama. Hal ini juga diriwayatkan
dari Umar, Ali, dan Ibnu Abbas.
Kedua : membaca tasmiyah (bismillah) dan takbir
ketika menyembelih kurban. Waktu penyembelihan
kurban berakhir pada akhir hari Tasyrik (13 Dzulhijah)
sebagaimana pendapat mayoritas ulama. Pendapat
ini juga menjadi pendapat Imam Asy-Syafii dan salah
satu pendapat dari Imam Ahmad. Namun mayoritas
sahabat berpendapat bahwa waktu menyembelih
kurban hanya tiga hari yaitu hari Idul Adha dan dua
hari Tasyrik setelahnya (11 dan 12 Dzulhijah).
Pendapat kedua ini adalah pendapat yang masyhur
dari Imam Ahmad, juga termasuk pendapat Imam
Malik, Imam Abu Hanifah, dan kebanyakan ulama.
Ketiga : berdzikir memuji Allah Ta’ala ketika makan
dan minum. Amalan yang disyariatkan ketika memulai
makan dan minum adalah membaca basmallah dan
mengakhirinya dengan hamdalah.
Keempat : berdzikir dengan takbir ketika melempar
jumroh di hari Tasyrik. Amalan ini khusus untuk orang
yang berhaji.
Kelima : Berdzikir pada Allah secara mutlak karena kita
dianjurkan memperbanyak dzikir di hari-hari Tasyrik.
Sebagaimana Umar ketika itu pernah berdzikir di Mina
di dalam kemahnya, lalu orang-orang mendengar
suara dzikirnya. Mereka pun bertakbir dan Mina
akhirnya penuh dengan takbir.
Dianjurkan Memperbanyak Doa “Sapu Jagad”
Allah Ta’ala berfirman,
ﺍَﺫِﺈَﻓ ْﻢُﺘْﻴَﻀَﻗ ْﻢُﻜَﻜِﺳﺎَﻨَﻣ َﻪَّﻠﻟﺍ ﺍﻭُﺮُﻛْﺫﺎَﻓ ْﻢُﻛِﺮْﻛِﺬَﻛ ْﻢُﻛَﺀﺎَﺑﺁ ْﻭَﺃ َّﺪَﺷَﺃ
ﺍًﺮْﻛِﺫ َﻦِﻤَﻓ ْﻦَﻣ ِﺱﺎَّﻨﻟﺍ ﺎَﻨَّﺑَﺭ ُﻝﻮُﻘَﻳ ﺎَﻨِﺗﺁ ﻲِﻓ ﺎَﻴْﻧُّﺪﻟﺍ ﺎَﻣَﻭ ُﻪَﻟ ﻲِﻓ
ِﺓَﺮِﺧﻵﺍ ْﻦِﻣ ْﻢُﻬْﻨِﻣَﻭ ,ٍﻕﻼَﺧ ُﻝﻮُﻘَﻳ ْﻦَﻣ ﺎَﻨَّﺑَﺭ ﺎَﻨِﺗﺁ ﻲِﻓ ﺎَﻴْﻧُّﺪﻟﺍ ًﺔَﻨَﺴَﺣ
ﻲِﻓَﻭ ِﺓَﺮِﺧﻵﺍ ًﺔَﻨَﺴَﺣ َﺏﺍَﺬَﻋ ﺎَﻨِﻗَﻭ ِﺭﺎَّﻨﻟﺍ
“ Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu,
maka berdzikirlah (dengan menyebut) Allah,
sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-
banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan)
berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara
manusia ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami,
berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah
baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.
Dan di antara mereka ada orang yang berdoa:
“Robbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhiroti
hasanah wa qina ‘adzaban naar” [Ya Rabb kami,
berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat
dan peliharalah kami dari siksa neraka] .” (QS. Al
Baqarah: 200-201).
Dari ayat ini, banyak ulama salaf menganjurkan
membaca doa “ Robbana aatina fid dunya hasanah
wa fil akhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar ” di hari-
hari Tasyrik. Sebagaimana hal ini dikatakan oleh
Ikrimah dan Atha.
Doa “sapu jagad” ini terkumpul di dalamnya seluruh
kebaikan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam paling
sering membaca doa ini. Anas bin Malik mengatakan,
ُﺮَﺜْﻛَﺃ َﻥﺎَﻛ ِﺀﺎَﻋُﺩ ﻪﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻ-ِّﻰِﺒَّﻨﻟﺍ ﻪﻴﻠﻋ َّﻢُﻬَّﻠﻟﺍ» -ﻢﻠﺳﻭ ﺎَﻨَّﺑَﺭ ﺎَﻨِﺗﺁ
ﻰِﻓ ﺎَﻴْﻧُّﺪﻟﺍ ًﺔَﻨَﺴَﺣ ، ﻰِﻓَﻭ ِﺓَﺮِﺧﻵﺍ ، ًﺔَﻨَﺴَﺣ َﺏﺍَﺬَﻋ ﺎَﻨِﻗَﻭ ِﺭﺎَّﻨﻟﺍ »
“ Doa yang paling banyak dibaca oleh Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam “Allahumma Robbana atina fid
dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina
‘adzaban naar” [Wahai Allah, Rab kami, berilah kami
kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan
peliharalah kami dari siksa neraka] .”
Di dalam doa tersebut telah terkumpul permohonan
kebaikan di dunia dan akhirat.
Al-Hasan Al-Bashri mengatakan, “ Kebaikan di dunia
adalah ilmu dan ibadah. Kebaikan di akhirat adalah
surga. ” Sufyan Ats-Tsauri mengatakan, “ Kebaikan di
dunia adalah ilmu dan rizki yang thoyib. Sedangkan
kebaikan di akhirat adalah surga. ”
Doa merupakan bagian dari dzikir atau termasuk
dzikir, bahkan doa termasuk dzikir yang paling utama.
Diriwayatkan dari Al-Jashshosh, dari Kinanah Al-
Qurosy, dia mendengar Abu Musa Al-Asy’ariy
mengatakan pada saat berkhutbah di hari An-Nahr
(Idul Adha), “ Tiga hari setelah hari An-Nahr (yaitu hari-
hari Tasyrik), itulah yang disebut oleh Allah dengan
ayyam ma’dudat (hari yang terbilang). doa pada hari
tersebut tidak akan tertolak (pasti terkabul), maka
segeralah berdoa dengan berharap pada-Nya .
Banyaklah Bersyukur pada Allah di Hari Tasyrik
Pada hari Tasyrik terkumpul berbagai macam nikmat
badaniyah dengan makan dan minum, juga terdapat
nikmat qolbiyah (nikmat hati) dengan berdzikir
kepada Allah. Sebaik-baik hati adalah yang sering
berdzikir dan bersyukur. Dengan demikian nikmat-
nikmat tersebut akan menjadi sempurna.
Jika kita diberi taufik untuk mensyukuri nikmat, maka
syukur yang baru itu sendiri adalah nikmat. Sehingga
perintah syukur selamanya tidak akan usai.
Seorang penyair mengatakan:
Idza kana syukri ni’matallah ni’matan, ‘alayya lahu fi
mitsliha yajibusy syukr
Jika mensyukuri nikmat Allah adalah nikmat, maka
karena nikmat semisal inilah, kita wajib bersyukur
pula.
Makan dan Minum di Hari Tasyrik untuk
Memperkuat Ibadah
Hari Tasyrik disebut dengan hari makan dan minum,
juga dzikir kepada Allah. Hal ini pertanda bahwa
makan dan minum di hari raya seperti ini dapat
menolong kita untuk berdzikir dan melakukan
ketaatan pada-Nya. Dengan inilah semakin sempurna
rasa syukur terhadap nikmat karena dapat menolong
melakukan ketaatan kepada Allah. Oleh karena itu,
barangsiapa menggunakan nikmat Allah untuk
bermaksiat, berarti dia telah kufur pada nikmat.
Maksiat inilah yang nantinya akan menghilangkan
nikmat. Sedangkan bersyukur pada Allah itu akan
menghilangkan bencana.
Semoga kita dimudahkan untuk beramal saleh dan
selalu dimudahkan mendapat ilmu yang bermanfaat,
juga semoga kita termasuk hamba Allah yang
bersyukur atas segala nikmat.
Penulis : Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal
(Pengasuh Web rumaysho.com )
Artikel www.KonsultasiSyariah.com
05/04/12 Diposkan oleh Ntang
Mungkin juga Anda tertarik kepada
apa yang dimaksud tahun kabisat?
kapan kiamat terjadi
Apa yang dimaksud tahun kabisat pada tahun masehi?
Kapan kiamat (yg jawab hebat )
kapan hari kiamat?
Masuk
Lihat Tanya Jawab dalam tampilan: Seluler | Klasik
©2014 Google - Kebijakan Privasi - Bantuan