Beranda > Pertanyaan
Pertanyaan
Kenapa umat Islam saat berwudhu harus berurutan dan apa artinya setiap urutan gerakan tsb?
Yang pasti tidak boleh tidak dilakukan, dan harus berurutan.   Sampai sekarang saya belum mendapat jawaban yang mengena di hati saya.   Kalau anda mempunyai jawabannya, saya sangat berterima kasih dunia akherat.
Agama dan Kepercayaan | Masyarakat 17/02/11 Diposkan oleh Belum Ada Nama
Jawaban
1 dari 4
karena ada syarat sah wudhu dengan salah satunya tartib ( berurutan ), nah bila secara logika  pertama berkumur dulu karna kita selalu makan dan ucapan dibersihkan dulu niat dan ucapan dari lidah kedua asuh hidung sebagai penciuman dan selanjut......sebab panjang kalau diterangin
17/02/11 Diposkan oleh Belum Ada Nama
2 dari 4
Pertama, tujuan dari Wudhu itu sendiri adalah membersihkan hadats kecil yang nempel di tubuh manusia. So, dalam kegiatan manusia sehari-hari, ada bagian2 tubuh tertentu yang umumnya sering terkena kotoran. Dan itu adalah 8 anggota badan yang kita basuh saat berwudhu.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

Artinya :
“Hai orang-orang yang beriman , apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki…”(Q.S Al-Maidah:6)

Ayat ini mewajibkan wudhu untuk shalat, menjelaskan anggota yang wajib dibasuh dan diusap didalam berwudhu, dan memberi pembatasan tempat-tempat anggota wudhu. Kemudian Nabi Shalallahu ‘alahi wa sallam menjelaskan cara dan sifat berwuhu melalui ucapan dan perbuatan beliau dengan penjelasan yang cukup.

Ketahuilah wahai muslim, bahwa wudhu mempunyai syarat-syarat, fardhu-fardhu dan sunnah-sunnah.

Syarat-syarat dan fardhu-fardhu harus dikerjakan menurut kemampuan; agar wudhunya sah.

Adapun sunnah-sunnah;maka merupakan penyempurna wudhu. Didalamnya terdapat tambahan pahala . Dan meninggalkannya tidak menghalangi sahnya wudhu.

Disyari'atkan bagi yang berwudhu agar berwudhu dengan sempurna, berurutan dan terus menerus seperti wudhu Nabi ,Diriwayatkan dari Humran maula (budak yang dimerdekakan) Ustman,bahwa Ustman bin Affan meminta air wudhu. Lalu ia menyiram dua tangannya dari bejananya, membasuh keduanya tiga kali. Kemudian memasukkan tangan kanannya di air wudhu. Kemudian berkumur, memasukkan air ke hidung dan mengeluarkannya. Kemudian membasuh mukanya tiga kali, dua tangannya hingga siku tiga kali. Kemudian mengusap kepalanya. Kemudian membasuh kedua kakinya tiga kali. Kemudian ia berkata: 'Aku melihat Nabi berwudhu seperti wudhuku ini kemudian beliau bersabda:

قال رسول الله  : (( مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوْئِي هذَا ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ لاَيُحَدِّثُ فِيْهِمَا نَفْسَهُ غَفَرَ اللهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِه  )).

"Barangsiapa yang berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian shalat dua rekaat, tidak berbicara padanya kepada dirinya, niscaya Allah mengampuni dosanya yang terdahulu."

So, dari Al Quran sudah disebutkan urutannya (secara General), lalu dijelaskan kembali oleh Nabi Muhammad. Dan penjelasan dari Nabi ini masuk akal

Coba perhatikan,
*Allah berfirman untuk membasuh wajah secara sempurna. Dan Nabi menjelaskan untuk berkumur dan membasuh hidung. Karena, hidung dan mulut adalah bagian dari wajah
*Allah juga berfirman untuk menyapu kepala. Dan Nabi juga menambahkan penjelasan membasuh telinga. Telinga masih bagian dari kepala.
*Berikutnya Allah berfirman untuk membasuh tangan dan kaki.

Urutan2 itu semua didasarkan pada Ayat Al Quran. Dan jika ada pertanyaan lagi, kenapa urutannya begitu?ya, saya memang bukan pa Ustad. Tapi saya bisa berpikir sedikit logika sederhana.

*Sebelum memulai membersihkan anggota badan lain di tubuh kita, maka bagian tubuh yang akan kita gunakan untuk membersihkan yaitu kedua telapak tangan. So, ga salah klo wudhu dimulai dengan membersihkan telapak tangan.
*Setelah tangan bersih, maka bagian sensitif yang harus kita bersihkan karena adanya kemungkinan kuman masuk dan lain sebagainya, yaitu mulut. Berkumur dengan tangan yang masih bersih,dapat menjaga mulut kita.
*Berikutnya hidung, yang juga merupakan bagian sensitf tubuh kita.
*Habis itu, keseluruhan muka. Karena ini adalah fardhu wudhu yang pertama sesuai dengan firman Allah, membasuh wajah dengan sempurna.
*Selanjutnya tetap berurut yaitu membersihkan kedua tangan sampai sikut
*Lalu mengusap kepala yang dilanjutkan dengan membasuh telinga. Tahukah kamu, bahwa sebenarnya kotoran pada telinga itu bisa keluar sendiri tanpa kita bersihkan dengan Cotton Bud?Jsutru, membersihkan kotoran telinga dengan Cotton Bud berpotensi menyebabkan radang telinga, karena kotoran yg ada bisa terdorong oleh Cotton Bud hingga ke gendang telinga. Karena telinga sudah memiliki rongga khusus yang dapat menahan kotoran, dan saat kotoran sudah hampir penuh, kotoran akan keluar sendiri. Mungkin karena alasan ini, membasuh telinga diurutkan setelah membasuh tangan dan mengusap kepala.
*Terakhir adalah tentunya, membasuh kedua kaki. Bagian dari tubuh manusia yang umumnya paling kotor karena berada di bawah. Maka tak salah, klo kaki dibasuh paling terakhir. Jangan berfikir ada banyak orang kerja di kantor dan bersepatu, kaki mereka tidak begitu kotor. Asal tau saja, jumlah orang2 yang bekerja di lapangan (area luar kantor) masi lebih banyak ketimbang orang2 yg bekerja di kantor.

Well, berurutan juga bermakna tertib. Diharapkan dengan menjalankan wudhu yang tertib, maka manusia bisa mengaplikasi kan "nilai" intrinsik/makna dari wudhu itu sendiri dalam kehidupannya.
17/02/11 Diposkan oleh Matahari
3 dari 4
ASSALAMMUALLAIKUM,apakah anda pernah berwudhu?cobalah anda berwudhu dengan tertil dan perlahan.anda akan merasakan nikmat dan karunia yg besar dari sang pencipta anda,jikaanda orang yg ber syukur.karna ketika kita mulai ber wudhu secara tertil ,kita akan merasakan terlahir,suci dan hidup.seperti bayi yg terlahir dengan benar dan sehat akan terlahir secara berurut...dimulkai dari kepala lalu tangan,  kemudian badan seterusnya kaki dan lengkaplah bayi yg sehat terlahir.tetapi belum tentu hidup jika belum berteriak oaaaaa,,dari mulut si bayi yg suci ini,kemudian si bayi mulai bernafas melaui hidungnya setelah bisa bernafas sibayi akan menggerakkan tangan nya dankemudian sibayi akan mendengarkan suara azan pertama kali melalui telinganya atau suara dari sekitar dan terakhir sibayi akan menendang dengan kaki nya...mohon maaf kepada anda dan semua yg tertarik dengan berwudhu.ini bukan lah suatu jawaban tepei inilah yg saya rasakan berwudhu secara tertil bertahap seperti banyak nya orang yg berwudhu.
bagi saya berwudhu adalah awal dari kelahirannya sebuah karunia kesucian yg kita dapat dari sang pencipta.maaf atas kebodohan saya yg telah saya tulis di sini karena kepintaran hanya milik pencipta. WASALLAM
07/09/11 Diposkan oleh Belum Ada Nama
4 dari 4
assalamualaikum ...

maaf mencoba memberi tambahan aja ...  kebetulan kemaren baru depat materi tentang thoharoh dan istinja' ( bersuci dan membersihkan najis ) salah satu yang wudhu.



perlu kita ketahui bahwa orang di perkanankan ibadahnya ketika ia bersih dari *NAJIS (suatu kotoran yang dapat menghalangi sahnya shalat atau ibadah linnya bersifat fisik dapat di lihat contoh, darah,kotoran hewan dll ) .dan
*HADAST = keadaan tidak suci( tak terlihat ) yang mengenai pribadi seseorang muslim, menyebabakan seorang terhalang untuk beribadah contoh: orang tekena darah dia kena najis sekaigus dia daam keadaan berhadast kecil = tidak suci  )

jadi bedanya :  kalo orang bernajis ( kena kotoran / hal menjijikan ) Ia pasti berhadast tapi  orang sedang berhadast belum tentu sedang bernajis ( bisa jadi najis sudah di bersihkan) .

Wudhu merupakan perbuatan yang di wajibkan karena kita akan  akan melakukan hal yang di wajibkan yaitu sholat, haji dsb. wudhu merupakan ritual menghilangkan hadast sehingga orang itu bisa suci untuk mengerjakan ibadah ... dan  memang  kelihatan seperti kita membersihkan muka, telinga, hidung, rambut, tangan sampai kaki, ini merupakan dalam artian ini simbolik ( karena pembersihan najis sudah di lakuan dalam istija' atau istijma' ). jadi bisa di artikan wudhu itu untuk mensyucikan secara ruh/ batiniyah...  dari hadast ( besar {didahului dg mandi besar dulu}/kecil ) jadi wudhu bukan sekdar memberishkan anggota tubuh saja ( sperti sikat gigi, kramas, dsb )  

jikalau memang kita pake logika dan berpendapat wudhu sekedar untuk membersihkan anggota tubuh secara badani saja maka tentunya  akan timbul pertanyan : 1. mengapa yng di basuh cuma sebagian kulit kepala gak seluruhnya, dan gak pake sampo seklian ( kan bisa seklain bersih dan wangi ) , 2. kenapa kita di haruskan urut sebgaimana yang di contohkan nabi,  ( kan bisa saja kaki dulu, mulut hidung, tangan dst ) kanapa kok meski urutannya seperti itu ... ? tentuk kalo kita paske akal sehat gak masuk akal ,, thoo

hal inilah membuktikan bahwa dlam ritual wudhu tersimpan perintah tuhan yang tak bisa di capai oleh akal manusia.. makanaya kita disuruh mengikuti sperti yang di contohkan nabi ....  ritual ibadah perintah tuhan itu ada sekitar 80-90%  dapat di nalar maksut dan tujuannya  oleh manusia dan 10-20% yang  tida dpat dinalar  dg akal...

kita memang di muliakan dari mahkulk tuha yang lain hanya karena kita punya akal, tapi ingat kemamapuan kita terbatas tidak semua bisa di nalar dg akal. kit gak bisa menalar kenapa orang mati itu gak bisa bergarak padahal mereka masih punya darah, jantung, paru dna angggota gerak laiinya ....  wallhu a'lam ....

demikian muga bemanfaat ....  untuk sahring dan dan saling belajar silahkan add fb saya:  yuliantoarif96@yahoo.co.id sekiranya kurang jelas atau saya gak bisa akan saya tanyakan ke dosen atau mereka yang lebih tahu ..

wassalamu alaikum
03/04/12 Diposkan oleh Belum Ada Nama
Mungkin juga Anda tertarik kepada
rukun ISLAM yang pertama bgaimana melafadzkannya?
Agama Islam mengenal asma Allah Ar Rahim yg artinya
Agama :Apakah itu "WALI"
Apa sbabnya agama muslim (Islam) tidak makan daging babi?
mengapa setiap ada prilaku yang sifatnya kriminal selalu dikaitkan dengan islam?
Masuk
Lihat Tanya Jawab dalam tampilan: Seluler | Klasik
©2014 Google - Kebijakan Privasi - Bantuan