Beranda > Pertanyaan
Pertanyaan
Apa itu iman?
Masyarakat 06/02/11 Diposkan oleh ladesman
Jawaban
1 dari 12
Iman (bahasa Arab:الإيمان) secara etimologis berarti 'percaya'. Perkataan iman (إيمان) diambil dari kata kerja 'aamana' (أمن) -- yukminu' (يؤمن) yang berarti 'percaya' atau 'membenarkan'.

Pandangan Islam

Perkataan iman yang berarti 'membenarkan' itu disebutkan dalam al-Quran, di antaranya dalam Surah At-Taubah ayat 62 yang bermaksud: "Dia (Muhammad) itu membenarkan (mempercayai) kepada Allah dan membenarkan kepada para orang yang beriman." Iman itu ditujukan kepada Allah , kitab kitab dan Rasul. Iman itu ada dua Iman Hak dan Iman Batil.
Definisi Iman berdasarkan hadist merupakan tambatan hati yang diucapkan dan dilakukan merupakan satu kesatuan. Iman memiliki prinsip dasar segala isi hati, ucapan dan perbuatan sama dalam satu keyakinan, maka orang - orang beriman adalah mereka yang didalam hatinya, disetiap ucapannya dan segala tindakanya sama, maka orang beriman dapat juga disebut dengan orang yang jujur atau orang yang memiliki prinsip. atau juga pandangan dan sikap hidup.
Para imam dan ulama telah mendefinisikan istilah iman ini, antara lain, seperti diucapkan oleh Imam Ali bin Abi Talib: "Iman itu ucapan dengan lidah dan kepercayaan yang benar dengan hati dan perbuatan dengan anggota." Aisyah r.a. berkata: "Iman kepada Allah itu mengakui dengan lisan dan membenarkan dengan hati dan mengerjakan dengan anggota." Imam al-Ghazali menguraikan makna iman: "Pengakuan dengan lidah (lisan) membenarkan pengakuan itu dengan hati dan mengamalkannya dengan rukun-rukun (anggota-anggota)."
[sunting]Pandangan Kristen

[sunting]Etimologi
Iman (bahasa Yunani: πίστιν– pisti)[1] adalah rasa percaya kepada Tuhan. Iman sering dimaknai "percaya" (kata sifat) dan tidak jarang juga diartikan sebagai kepercayaan (kata benda). Alkitab Terjemahan Baru (TB) mencatat kata "iman" sebanyak 155 kali. Menurut Paulus, "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat" (Ibrani 11:1 ).
Menurut beberapa versi terjemahan Alkitab, kata "iman" yang dalam bahasa Yunani tertulis sebagai πίστιν (baca "pistin") Namun dalam beberapa versi terjemahan Alkitab, kata "iman" dan kata "percaya" diterjemahkan juga dari kata Yunani "πίστις" (baca "pistis").
07/02/11 Diposkan oleh deph1lt
2 dari 12
temen gw ada yg namanya iman =))
07/02/11 Diposkan oleh Adit Kurniawan
3 dari 12
Apa arti iman?[Pandangan Kristen]

Iman adalah percaya. Iman adalah karunia Allah, yang dikerjakan di dalam hati oleh Roh Kudus, yang menghidupkan dan memandu semua kemampuan kita menuju satu tujuan. Kita harus berdoa untuk memiliki iman, dan supaya iman kita bertumbuh. Iman kita juga akan diperkuat dengan selalu mengingat janji-janji Kristus yang berulangkali diucapkan bahwa doa-doa kita kepada Bapa, dalam nama-Nya, pasti akan dijawab kalau kita memintanya dengan iman, dan percaya sewaktu kita memintanya. Lihat Matius 7:7; Lukas 11:9; Yohanes 14:13, 15, 16; Yakobus 4:2; I Yohanes 3:22, 5:14; Lukas 11:10. Iman didefinisikan sebagai "dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat" (Ibr. 11:1); iman adalah pekerjaan jiwa yang dengannya kita merasa pasti akan keberadaan dan kebenaran dari sesuatu yang tidak ada di depan kita, atau tidak tampak.bagi indera manusia. Setiap orang menilai iman secara berbeda, yang akan dirasanya sukar bahkan tidak mungkin untuk menunjukkannya dengan cara-cara yang tampak. Ini merupakan hal mempraktikan iman - latihan sukarela - yang memampukan kita untuk bertambah dalam mempercayai kebenaran-kebenaran besar yang Allah berkenan nyatakan. Paulus menyatakan "sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat" (II Kor. 5:7). Yesus sendiri berfirman (Yoh. 20:29), "Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya". Dengan demikian, sementara mempercayai apa yang kita lihat dan pahami akan mendatangkan manfaat, percaya pada apa yang tidak terlihat dan hanya dipahami secara samar-samar mendatangkan manfaat yang lebih besar. Ada banyak hal di alam semesta ini yang kita percayai, tanpa harus kita pahami sepenuhnya; kita percaya karena kita mendapatkan buktinya dari orang lain, meskipun bukan dari panca indera kita sendiri. Iman yang begitu saja percaya pada apa yang bisa ia lihat, pahami, jelaskan dan tunjukkan sama sekali bukan iman. "Tidak seorang pun melihat Allah", akan tetapi semua orang percaya kepada Allah. Hal-hal dalam dunia rohani tidak dapat ditunjukkan melalui perantara-perantara materiil, melainkan hanya bisa melalui perantara-perantara rohani. Menggunakan iman akan meningkatkan kerohanian kita, memampukan kita memahami berbagai hal yang tanpa latihan semacam ini tidak akan terpahami. Paulus mengatakan bagi orang Yunani terpelajar yang skeptis Injil adalah "kebodohan". Kebanggaan akan kepandaian adalah salah satu penghalang terbesar terhadap pertumbuhan rohani.

sumber: http://alkitab.sabda.org/article.php?no=423&type=12
07/02/11 Diposkan oleh rharjanto
4 dari 12
Sering kali kita mendengar kata-kata iman. Dalam bahasa arab, semua kata yang terdiri dari alif, mim, dan nun, mengandung makna pembenaran, percaya, dan ketenangan hati. Orang beriman, adalah mereka yang percaya, membenarkan terhadap satu objek tertentu yang yang dengan hal itu maka hatinya menjadi tenang.

Dalam Al Quran, orang beriman dijelaskan sebagaimana ayat,
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, Kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar". (QS: 49:15)
Ayat ini menjelaskan kepada kita tentang ciri dari orang-orang yang beriman. Dalam hati mereka tidak ada lagi keraguan untuk percaya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan keyakinannya itu dibuktikan dengan kesungguhan mereka dalam hal yang berhubungan dengan harta dan jiwa mereka. Maka dikatakan dalam akhir ayat tersebut, mereka adalah orang-orang yang benar.

Iman sendiri terdiri, sebagaimana kita ketahui terdiri 6 rukun, ia adalah ;
Iman kepada Allah, kepada malaikat, kepada Rasul, kepada kitab-nya, kepada Hari akhir, dan kepada taqdir.

Sesungguhnya, masing-masing dari pembahasan ini adalah merupakan pembahasan yang sangat panjang.

Dalam kesempatan ini, marilah kita pahami lebih jauh bagaimana keimanan itu bisa terjadi.

Jika ada seseorang menyalakan api pada sebuah lilin, lalu bertanya pada kita, apakah anda mau menaruh jari anda diatas api tersebut selama 5 menit....?
Pada umumnya, kita tentu, kita akan menjawab : “tidak..!”
Mengapa...?

Karena kita tahu, bahwa api itu panas, dan sifat panasnya bisa membakar jari kita...
Tetapi jika hal ini di ajukan kepada anak yang berusia 2 sampai 3 tahun, apakah anak tersebut  akan melakukan hal yang sama dengan kita...?

Boleh jadi, anak itu bukannya menjauhkan tangannya dari api tersebut tetapi malah mendekatkan tangannya pada api tersebut.

Ilustrasi sederhana ini, memberikan gambaran kepada kita tentang hubungan antara ilmu dengan iman.

Sebanyak ilmu yang kita miliki tentang api, maka sejauh itu pulalah kepercayaan kita kepada api tersebut. Ketika kita ilmu masuk dalam pikiran kita bahwa api itu panas dan bisa membakar tangan kita, maka kita pun tidak akan pernah meletakkan tangan kita di atas api tersebut, berbeda dengan seorang anak yang belum memiliki ilmu tentang api....

Ilustrasi ini, bisa kita gunakan untuk mengukur keimanan dalam konteks iman yang termasuk dalam dalam rukun iman.

Sejauh ilmu kita kepada Allah, malaikat, Rasul, kitab, hari kiamat dan takdir, maka sejauh itu pulalah kadar keimanan kita. Semakin tinggi ilmu seseorang tentang itu, maka semakin tinggi pula kadar keimanannya, demikian pula sebaliknya.

Yang dengan hal ini, kita bisa mengetahui, bahwa kadar keimanan satu manusia dengan manusia lainnya berbeda-beda. Ada yang tinggi, ada pula rendah. Dan semua itu tergantung dari, sejauh mana ilmu yang ia miliki. Dan ilmu yang ia dapat dalam konteks menambah keimanan, tergantung dari sejauh mana ia berkorban untuk mendapatkan ilmu tersebut.

Inilah iman, potensi yang Allah berikan pada setiap manusia, dan Allah tidak membeda-bedakan, antara pria dan wanita dalam hal ini.

"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan".(QS :16 :97)
18/02/11 Diposkan oleh Belum Ada Nama
5 dari 12
Iman adalah keyakinan,Kepercayaan plus KEMANTAPAN PANDANGAN BAHwa TUHAN ITU ALLAH belaka;BAHWA MALAIKAT   ITU ADA....bahwa UTUSAN-UTUSAN TUHAN ITU ADA ..bahwa TUHAN  YANG MAHA KUASA menurunkan kitab2 SUCI...bahwa HARI AKHIR itu akan terjadi...BAHWA segala sesuatu di dunia ini baik Yang  BAGUS atau yang jelek semua DENGAN TAKDIR,KEPASTIAN dari ALLAH swt.
07/03/11 Diposkan oleh LORD
6 dari 12
Iman adalah keyakinan,Kepercayaan plus KEMANTAPAN PANDANGAN BAHwa TUHAN ITU ALLAH belaka;BAHWA MALAIKAT   ITU ADA....bahwa UTUSAN-UTUSAN TUHAN ITU ADA ..bahwa TUHAN  YANG MAHA KUASA menurunkan kitab2 SUCI...bahwa HARI AKHIR itu akan terjadi...BAHWA segala sesuatu di dunia ini baik Yang  BAGUS atau yang jelek semua DENGAN TAKDIR,KEPASTIAN dari ALLAH swt.
07/03/11 Diposkan oleh LORD
7 dari 12
iman ke siapa dlu nie.ntr slh ngrtikan.krn iman itu ad 6perkara.

1-Iman kepada Allah

2-Iman kepada Rasul-rasul Allah


3-Iman kepada Kitab suci Al-Qur’an

4-Iman kepada Malaikat-malaikat Allah

5-Iman kepada hari Kiamat

6-Iman kepada Qada dan Qadar
15/03/11 Diposkan oleh dania
8 dari 12
Iman itu keyakinan or meyakini..
Rukun iman tergantung agama masing2
Setiap agama memiliki keyakinan..
19/03/11 Diposkan oleh RumahTerjemah
9 dari 12
semua manusia memiliki iman, manusia yg beragama maupun yg tidak (Atheis) dan itu pemberian Tuhan.
yang sy maksud adalah iman akan keselamatan di dunia saja, bukan iman akan keselamatan di akhirat nanti.
Bahan renungan : Pernahkah bro n sis, merencanakan akan berangkat ke luar kota, kemudian akan nginap di hotel berbintang di kota itu, lalu keesokan harinya akan melanjutkan perjalanan ke tempat2 wisata, yg pertama ke Dufan, kemudian selanjutnya ke TMII, kemudian .....
Pertanyaan : Kenapa bro n sis begitu yakin padahal belum berangkat ke kota itu ? ...
Itulah iman pemberian Tuhan yg sy mksd.
23/03/11 Diposkan oleh Meneer
10 dari 12
iman = amin
07/08/11 Diposkan oleh Simon Mangande
11 dari 12
Sebuah "Benteng" yang sangat kuat
09/08/11 Diposkan oleh masto
12 dari 12
Imanku dan Imanmu adalah sama, hanya saja bahasa di bumi ini yang selalu membingungkan kita manusia. Imanku adalah bagaimana aku MEMPERCAYAKAN HIDUPKU SEPENUHNYA KE DALAM KUASA TUHANKU.
24/08/11 Diposkan oleh Ata_77
Mungkin juga Anda tertarik kepada
Apa itu kalender Samsiyah.
apa itu kamsupay
apa itu perilaku maternal?
Seperti apa ?
apakah angkuh itu termasuk dholim??apa bedanya sama sombong?
Masuk
Lihat Tanya Jawab dalam tampilan: Seluler | Klasik
©2014 Google - Kebijakan Privasi - Bantuan