Beranda > Pertanyaan
Pertanyaan
apa bedanya Kristen Katolik dan Kristen Protestan? yang bagus yang mana?
Agama dan Kepercayaan 10/07/12 Diposkan oleh Ganteng Handsomnia
Jawaban
1 dari 6
Sama saja Sob, hanya beda didalam do'a nya kalau Katholik sering menyebut nama Bunda Maria, kalau Protestan sering menyebut Yesus kristus .
Sebelumnya saya minta maaf bagi umat kristiani jika jawaban saya salah.
10/07/12 Diposkan oleh Danny_utopian
2 dari 6
Banyak bedanya
1. perbedaan utama dalam kristen dan katolik adalah dalam melihat otoritas paus sebagai pemimpin gereja tertinggi.
2. umat katolik menghormati orang kudus sebagai santo dan santa yang dihormati sebagai orang yang ada di surga dan bantuan mereka dapat diharapkan sehingga doa pada Tuhan dapat melalui santo/santa itu (tidak harus selalu demikian), seperti kata-kata dengan perantaraan santa Agnes kami berdoa pada Tuhan Allah Bapa yang Maha Kuasa. sedangkan dalam protestan doa biasanya dilakukan langsung pada Tuhan.
3. umat katolik mempercayai konsep sola verbum dei yang artinya sabda Tuhan saja, artinya kepercayaan katolik berdasarkan pada kitab suci dan juga tradisi yang diturunkan dari jemaat kristen pertama sehingga gereja katolik disebut sebagai gereja apostolik. dalam beberapa gereja protestan menganut konsep sola scriptura yang berarti kitab suci saja, artinya gereja protestan tidak mengakui tradisi katolik dan menekankan pada kitab suci saja.
4. katolik menggunakan liturgi dalam perayaannya yang mana liturgi ini diatur sedemikian rupa sehingga dalam misa dari awal sampai akhir terjadi kesinambungan, sedangkan dalam beberapa gereja protestan menekankan pada khotbah, dan gereja pantekosta pada perayaan yang meriah seperti nyanyian dan tepuk tangan.

Yang bagus yang sesuai kata hati & karakter kamu
10/07/12 Diposkan oleh 12345
3 dari 6
Mau Nanya pak/buk ! sebenarnya ummat Katolik dan Protestan memakai INJIL yang mana ya ?

ana bingung hehehe
21/12/12 Diposkan oleh Belum Ada Nama
4 dari 6
1. Kristen Protestan menolak Paus
Di antara perbedaan Katolik dan Protestan yang paling menonjol adalah, umat Katolik memiliki pemimpin tertinggi yang disebut Paus dan bertahta di Vatikan, Roma.

Paus pertama adalah St. Petrus, pemimpin 12 murid Yesus. Dari kemunculan agama Kristen sejak abad pertama hingga sekarang sudah ada 300-an Paus. Paus saat ini adalah Paus Fransiskus I yang menggantikan Paus Benedictus XVI.

Sementara Kristen Protestan tidak mengakui Paus dan tidak memiliki pemimpin tertinggi. Alasannya sekaligus menjadi sebab perpecahan agama Kristen dan kemunculan Kristen Protestan pada abad pertengahan di Eropa.

Ketika Paus Leo X ingin membangun gereja termegah sedunia yang disebut Basilika St. Petrus di Vatikan, ia melakukan hal-hal yang dianggap tak sesuai dengan ajaran Kristen, yaitu mengumpulkan dana pembangunan gereja, antara lain dengan menjual surat pengakuan dosa. Hal ini diprotes oleh Pendeta Martin Luther yang memutuskan memisahkan diri. Mereka yang menjadi pengikut Martin Luther disebut Protestan.

2. Kristen Protestan menolak Kitab Deutro-Kanonika
Kitab suci kedua umat Kristen disebut Alkitab. Sementara Injil hanyalah sebagian kecil dari Alkitab yang khusus menceritakan kehidupan Yesus. Namun Alkitab umat Katolik dan umat Protestan berbeda.

Alkitab Katolik lebih tebal dari Alkitab Protestan, karena di dalam Alkitab Katolik ada tambahan 12 kitab yang dinamakan Deutero-Kanonika. Kitab-kitab tersebut tidak diakui kebenarannya oleh umat Protestan atas doktrin Purgatory, wilayah di antara surga dan neraka, atau disebut Api Penyucian.

3. Kristen Protestan menolak monopoli Magisterium
Dalam tradisi Katolik, orang biasa dilarang menafsirkan kitab suci, selain Magisterium, yaitu para ahli agama yang berpusat di Roma. Umat Katolik di seluruh dunia tinggal mengikuti penafsiran Magisterium dan tidak boleh menafsirkan kitab suci menurut pengertian mereka sendiri. Sedangkan ajaran Protestan cenderung membebaskan semua orang untuk menafsirkan kitab suci.

Dua kebijakan berbeda di atas berdampak besar. Umat Katolik di seluruh dunia lebih bersatu karena memiliki satu pendapat yang sama tentang kitab suci. Sehingga umat Katolik tidak terbagi menjadi beberapa aliran. Berbeda dengan umat Protestan yang terpecah-pecah menjadi aliran-aliran yang lebih kecil atau disebut denominasi.

Aliran-aliran ini muncul karena perbedaan penafsiran antara satu gereja dengan gereja lainnya, seperti ada GPIB, Kharismatik, Pentakosta, Metodis, Baptis (GBI), Gereja Kristen Jawa (GKJ), Gereja Batak (HKBP), Adven, Mormon, dst. Maka, jika umat Katolik bisa datang ke gereja manapun di seluruh dunia, maka berbeda dengan umat Protestan yang mungkin seumur hidupnya hanya datang ke satu gereja yang sama.

4. Kristen Protestan menolak hierarki
Jika para pemuka agama Katolik memiliki hierarki dari romo/pastur, uskup, kardinal, dan paus, yang memungkinkan pemuka agama naik jabatan, maka dalam tradisi Protestan tidak ada.

Karena adanya hierarki pemuka agama dalam tradisi Katolik, maka hierarki juga berlaku pada gereja mereka, yaitu kapel (gereja kecil), gereja paroki (tempat kedudukan pastur), katedral (tempat kedudukan uskup/kardinal), dan basilika (tempat kedudukan paus). Semakin tinggi tingkatannya, ukurannya pun biasanya semakin besar.

5. Kristen Protestan menolak Para Kudus
Para Orang Kudus (Eng: Saint; St.). Orang Kudus laki-laki disebut Santo, sementara perempuan disebut Santa. Nama-nama Orang Kudus biasanya digunakan sebagai nama gereja, misalnya Gereja Santa Maria dan Gereja Santo Petrus. Tanggal 14 Februari bahkan diperingati St. Valentine.

Nama-nama Para Saint juga biasanya digunakan sebagai nama baptis. Biasanya diakhiri –us, misalnya Petrus, Paulus, Fransiskus. Sementara dalam tradisi Protestan, umumnya menggunakan nama-nama nabi sebagai nama baptis mereka, seperti Abraham, Samuel, Daniel.

6. Kristen Protestan menolak 5 Sakramen
Sakramen adalah bentuk upacara suci yang wajib dilakukan penganut Kristiani sepanjang hidup mereka. Gereja Katolik mengakui ada 7 sakramen, yaitu Baptis (masuk agama Kristen), Krisma (diberikan saat menginjak remaja), Ekaristi (yang biasa dilakukan di gereja setiap hari Minggu), Imamat (pentahbisan menjadi pastorr/romo), Pernikahan, Pengakuan Dosa, dan Pengurapan Orang Sakit (diberikan saat sakit parah dan hampir meninggal).

Sementara dalam gereja Protestan, hanya diakui dua sakramen, yaitu Baptis dan Ekaristi. Sakramen Ekaristi dalam ajaran Protestan tidak dilakukan setiap hari Minggu, melainkan pada perayaan hari-hari besar saja.

7. Kristen Protestan menolak “diskriminasi” gender bagi pemuka agama
Dalam tradisi Katolik, hanya laki-laki yang boleh pastur. Sedangkan dalam Protestan, baik laki-laki maupun perempuan, diberikan hak yang sama menjadi pendeta, kendati kita lebih sering melihat pendeta laki-laki.

Dalam tradisi Katolik, wanita yang ingin mempersembahkan hidupnya bagi Tuhan dapat menjadi suster/biarawati. Syarat menjadi suster sama dengan syarat menjadi pastur, yaitu tidak boleh menikah. Seorang suster harus menutup auratnya dan memakai kerudung.

8. Kristen Protestan menolak pengultusan Maria
Umat Katolik sangat mengkultuskan Bunda Maria, yaitu ibunda dari Yesus Kristus. Dalam ajaram Katolik ada rosario, semacam tasbih dengan liontin salib, di samping berziarah ke Goa Maria setiap bulan Mei dan Oktober. Sementara umat Protestan menolak pengultusan terhadap Maria.

Gereja Katolik biasanya dihiasi patung-patung Yesus, Bunda Maria, santo/santa, hingga patung malaikat, sebagai visualisasi. Tetapi umat Protestan mengharamkan penggunaan patung karena dianggap berhala. Sehinggga pada salib Katolik terdapat patung Yesus di tengahnya, sedangkan dalam tradisi Protestan hanyalah sebentuk salib biasa.

9. Kristen Protestan menolak aturan-aturan perkawinan dan perceraian dalam tradisi Katolik
Para pemuka agama Katolik mulai dari pastur hingga paus tidak boleh menikah alias hidup membujang seumur hidup, atau disebut hidup selibat. Hal ini diberlakukan agar mereka bisa berkonsentrasi terhadap ajarannya. Tapi dalam tradisi Protestan, pendeta diperbolehkan menikah.

Dalam tradisi Katolik pula, Pernikahan hanya boleh terjadi sekali seumur hidup, kecuali jika ditinggal mati pasangannya. Sedangkan dalam ajaran Protestan, pasangan yang sudah menikah namun sudah merasa tak cocok lagi, diperbolehkan bercerai.

10. Perbedaan peribadatan
Umat Katolik berdoa membuat tanda salib, sementara umat Protestan hanya berdoa biasa. Tanda salib dibuat dengan tangan telunjuk kanan menyentuh dahi, dada, bahu kiri, bahu kanan, secara urut.

Selain itu perbedaan peribadatan keduanya, jika umat Katolik disebut misa, sementara peribadatan umat Protestan disebut kebaktian. Keduanya berbeda dalam hal isi maupun tata cara pelaksanaannya, kendati sama-sama dilaksanakan pada hari Minggu.
03/08/13 Diposkan oleh Belum Ada Nama
5 dari 6
apapun perbedaannya..
biarlah setiap orang memeluka agamanya dengan leluasa.
jangan jadi masalah
28/08/13 Diposkan oleh Belum Ada Nama
6 dari 6
apa perbedaan perawat jenazah antara uamt katolik sama protestan
17/04/14 Diposkan oleh Belum Ada Nama
Mungkin juga Anda tertarik kepada
apa bedanya gempa fulkanik dan tektonik?
Apa bedanya kentang sama kentung ?
Manakah yang lebih bagus antara wordpress, jomla dan drupal
Apa bedanya nakal sama jahat?!
barcelona vs manchester united antara dua tim ini mana yang paling baik
Masuk
Lihat Tanya Jawab dalam tampilan: Seluler | Klasik
©2014 Google - Kebijakan Privasi - Bantuan