Beranda > Pertanyaan
Pertanyaan
Menu makanan apa yang baik bagi Ibu Hamil Muda...????
Kesehatan & Pengobatan | Perawatan Kesehatan Umum | Makanan dan Minuman | Keluarga | Kesehatan Anak 16/02/11 Diposkan oleh Belum Ada Nama
Jawaban
1 dari 2
Jika ibu hamil pertama kali, pasti ada rasa takut dan khawatir tentang keadaan janin yang dikandung. Apalagi orangtua, saudara dan teman-teman selalu mengingatkan untuk tidak makan ini dan itu.

Pasti ibu bingung dan ingin tahu,sebenarnya makanan apa yang harus dimakan dan tidak boleh dimakan selama kehamilan.

Ibu hamil rata-rata memerlukan +- 2200 kalori (9500kJ) dalam sehari, jadi supaya ibu dan janin sehat, ibu bisa berpedoman pada 3 hal dibawah ini:

1.Makanan Harus Matang/Dimasak

Ibu hamil disarankan untuk makan makanan yang sudah matang, terutama telur jangan dimakan setengah matang, karena dikhawatirkan mengandung bakteri salmonela yang bisa membahayakan janin. Makanan mentah seperti lalapan, sushi, steak setengah matang lebih baik dihindari.

Hindari juga keju lembek, susu yang tidak disterilkan atau pasta karena dikhawatirkan mengandung bakteri listeria yang bisa menyebabkan keguguran.

2. Minum Susu Hamil

Susu sangat baik bagi ibu hamil,karena mengandung kalsium. Ibu juga bisa memilih susu hamil yang mengandung asam folat dan vitamin lainnya.

3 Makan Sayuran Dan Buah

Sayuran berdaun hijau seperti selada, buncis sangat baik bagi ibu hamil. Ibu juga bisa makan kentang, ubi, labu kuning dan kacang-kacangan.

Untuk buah juga sangat penting, seperti buah apel, jeruk, anggur, tomat yang harus dicuci bersih dahulu sebelum dimakan.

Semoga ibu tetap sehat selama menjalani kehamilan dan lancar sampai nanti melahirkan.

co-pas dari sini, http://infoibuhamil.com/sehat/makanan-sehat-untuk-ibu-hamil.html
wkwkwkw

Dalam masa kehamilan salah satu bagian yang penting dalam membantu perkembangan janin dalam kandungan adalah apa yang anda makan dan cara makan anda selama kehamilan ini. Untuk itu perlunya kita mempelajari tentang prinsip-prinsip makan yang baik selama kehamilan ini.

Beberapa prinsip makan yang baik selama kehamilan:

• RUBAHLAH CARA MAKAN ANDA--- MESKIPUN ANDA SUDAH MAKAN DENGAN BAIK.
• HINDARI MAKANAN YANG DAPAT MEMBAHAYAKAN IBU DAN JANIN
• JANGAN DIET SELAMA KEHAMILAN
• MAKAN DENGAN PORSI KECIL TAPI SERING
• MINUM VITAMIN IBU HAMIL SECARA TERATUR
• MINUM AIR YANG CUKUP
• MAKANAN BERSERAT, BUAH-BUAHAN DAN SAYURAN


RUBAHLAH CARA MAKAN ANDA, MESKIPUN ANDA SUDAH MAKAN DENGAN BAIK.
Anda sekarang sedang hamil maka diet makanan anda harus mengikuti diet makan untuk ibu hamil. Pada kehamilan anda membutuhkan lebih banyak konsumsi protein, kalori (untuk energi), vitamin dan mineral seperti asam folat dan zat besi untuk perkembangan bayi anda juga. Ingat anda membutuhkan tambahan 300 kalori perhari.

HINDARI MAKANAN YANG DAPAT MEMBAHAYAKAN IBU DAN JANIN
Daging dan telur mentah, keju lunak, susu yang tidak dipasteriusasi, alcohol, juga cafein.

(Baca juga: Makanan Apa Yang Harus Di Hindari Selama Kehamilan? )

JANGAN DIET SELAMA KEHAMILAN
Kehamilan bukan masa yang tepat untuk Diet anda hanya akan membahayakan ibu dan bayi. Diet selama hamil akan menyebabkan kurang vitamin, mineral dan lain-lain yang penting selama kehamilan. Pertambahan berat badan pada kehamilan merupakan salah satu tanda yang baik pada kehamilan yang sehat. Ibu hamil yang makan dengan baik akan bertambah berat badannya secara bertahap, umumnya akan melahirkan bayi yang sehat.

MAKAN DENGAN PORSI KECIL TAPI SERING
Pada trimester pertama biasanya terdapat keluhan mual muntah(morning sickness), cobalah atasi dengan makan dengan porsi kecil tapi sering, hindari makanan pedas dan berminyak.
Makan dengan porsi yang kecil tapi dilakukan beberapa kali dianjurkan setiap 4 jam. Ingatlah meskipun anda tidak lapar tetapi bayi anda membutuhkan makanan/nutrisi secara teratur.

MINUM VITAMIN IBU HAMIL SECARA TERATUR
Makanan yang anda makan adalah sumber vitamin yang paling baik—tetapi apakah anda yakin diet makanan anda cukup mengandung vitamin yang dibutuhkan selama kehamilan, yang terutama zat besi dan asam folat yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan bayi sehat. Untuk itu anda sebaiknya meminum vitamin anda secara teratur.

MINUM AIR YANG CUKUP
8 gelas sehari. Karena anda butuh cairan yang cukup bagi anda dan juga bayi anda. 33 % pertambahan berat badan pada kehamilan adalah cairan. Cairan dibutuhkan untuk membangun sel darah merah bayi untuk system sirkulasinya, cairan ketuban. Tubuh anda juga perlu air selama kehamilan untuk mengatasi konstipasi dan mengatur suhu tubuh anda.

MAKANAN BERSERAT, BUAH-BUAHAN DAN SAYURAN
Perbanyaklah makan makanan yang berserat tinggi , buah-buahan dan sayuran dapat membantu mengatasi konstipasi anda selama kehamilan.


Dengan melakukan cara makan yang sehat, bukan hanya membuat ibu hamil fit dan sehat, tapi juga membantu perkembangan yang sehat bagi bayi anda

Ingatlah perkembangan bayi anda sangat tergantung dari apa yang anda berikan dan lakukan baginya.

Semoga informasi ini dapat membantu anda untuk melakukan cara dan diet makan yang lebih baik yang berguna untuk kesehatan ibu juga bayi selama kehamilan.

yg ini dari sini
http://www.infoibu.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=26
16/02/11 Diposkan oleh Matahari
2 dari 2
Siapa yang tidak kasihan melihat bocah berusia 18 bulan dengan kondisi hidung selalu “meler” dan hampir setiap minggu batuk dan pilek. Azriel, nama bocah itu, ternyata memiliki alergi yang diturunkan dari ibunya, Ria Resti (25), yang memiliki riwayat alergi debu dan menderita asma.

Alergi balita memang bukan suatu penyakit. Alergi adalah reaksi hipersensitivas tubuh terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing atau berbahaya. Reaksi alergi biasanya muncul bila balita memiliki kecenderungan bawaan (genetik) seperti pada Azriel.

Gejala alergi bisa timbul pada semua usia, namun paling sering terjadi pada anak-anak. Anak yang lahir dari orangtua yang keduanya memiliki alergi beresiko terkena alergi sampai 80 persen. Sedangkan anak yang salah satu orangtuanya memiliki riwayat alergi risikonya sekitar 40 persen.

Selain faktor genetik, alergi juga bisa muncul karena faktor lingkungan, yakni faktor infeksi dan polutan. Polutan adalah zat-zat yang tidak langsung menyebabkan alergi tetapi merusak benteng pertahanan (barrier) di dalam tubuh. Misalnya polusi, debu, tungau, spora jamur, atau bulu binatang.

Sementara itu pada bayi dan balita biasanya polutan masuk lewat saluran cerna, yang berasal dari makanan. Makanan yang bisa mencetuskan alergi di antaranya adalah susu sapi, telur, makanan laut, juga kacang-kacangan.

Kasus alergi balita terus meningkat dari tahun ke tahun. “Dalam 10 tahun terakhir terjadi peningkatan kasus alergi akibat makanan hingga 500 persen,” kata Dr.Pete Smith, Associate Professor Medical Clinic dari Griffith University, Australia, dalam seminar Dietary Prevention of Allergy, di Jakarta beberapa waktu lalu.

Protein susu sapi dapat menimbulkan alergi yang menetap sampai akhir masa kanak-kanak, baik dalam bentuk susu murni atau bentuk lain. Meski demikian biasanya alergi susu sapi biasanya hilang seiring dengan matangnya saluran pencernaan bayi.


Iklan dulu :) Jika artikel ini bermanfaat, harap di Klik kata in-text

atau kata yang terdapat garis bawah berwarna hijau untuk donasi kami, terima kasih

Ketidakseimbangan sel-T

Teori terkini berhasil menjawab mengapa seorang anak menderita alergi sementara yang lainnya tidak. Hal itu ternyata disebabkan oleh sel-T, yakni sel yang berperan dalam respons kekebalan tubuh terutama dalam mengenali kehadiran benda asing yang masuk ke dalam tubuh.

Sel T ini dalam tubuh ada dua, yakni sel T helper I (Th I) yang tugasnya mencegah infeksi dari dalam, misalnya melawan sel kanker, dan sel T helper II (Th II) yang mencegah infeksi dari luar, seperti kuman atau virus. “Bila Th II mendominasi, maka akan terjadi alergi pada seseorang,” kata dr.Zakiudin Munasir, Sp.A (K), Kepala Sub Bagian Alergi-Imunologi bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Orang yang dalam kondisi sehat, Th I dan Th II-nya seimbang. “Untuk menyeimbangkannya diperlukan sel T regulator, yakni sel yang mengatur,” ujar dokter Zaki. Hal ini menjelaskan studi lainnya yang mengatakan adanya probiotik di saluran cerna akan merangsang T regulator untuk penyeimbangan sel T dalam tubuh dan mencegah alergi.

Dalam studi meta-analisis terhadap enam penelitian mengenai probiotik dan alergi yang dilakukan terhadap 2080 balita, diketahui angka kejadian eksim akibat alergi menurun secara signifikan (95 persen). Meski demikian Smith mengatakan bahwa penelitian terhadap hal ini masih perlu dilakukan, mengingat ada beberapa jenis kuman baik.

Pemberian probiotik untuk bayi dan balita, menurut Smith, diberikan dalam bentuk susu. “Probiotik akan menggandakan diri di dalam usus, karena itu pemberian sejak dini sangat disarankan,” katanya.

Senada dengan Smith, dokter Zaki menyatakan bahwa pencegahan alergi yang krusial adalah saat enam bulan pertama kehidupan bayi. “Jika bakat alergi sudah diketahui sejak dini, orangtua bisa membuat strategi untuk mengurangi risiko alergi itu dengan pola makan,” ujarnya.

Bila bayi memiliki risiko alergi, dokter Zaki menyarankan agar diberikan ASI ekslusif. “Ibu yang menyusui juga sebaiknya menghindari makanan yang mencetuskan alergi, seperti kacang, telur atau susu, dan menggantinya dengan bahan makanan lain yang gizinya seimbang,” ujar Ketua UKK Alergi Imunologi PP IDAI ini.

Namun demikian, meski ibu hamil memiliki alergi ia tidak disarankan melakukan pantang makanan karena penelitian menunjukkan Th II dalam ibu hamil memang tinggi. “Ibu hamil tidak perlu pantang makanan karena bayinya bisa kurang gizi,” kata dokter Zaki. Ia menyarankan agar ibu hamil berhenti merokok karena bisa meningkatkan kadar Th II.

Sementara itu untuk ibu yang tidak dapat memberikan ASI disarankan untuk memberi susu hipoalergenik yang mengandung probiotik. Selanjutnya sampai usia satu tahun, dokter Zaki menyarankan agar orangtua menunda pemberian makanan yang bisa mencetuskan alergi.

Konsumsi omega-3 yang mengandung asam lemak dan vitamin D juga disarankan untuk balita karena terbukti mengurangi risiko alergi. Selain menghindari makanan yang hiperalergenik, perlu juga dilakukan menghindari alergen yang berasal dari lingkungan, misalnya debu dan asap rokok.

Mengapa alergi perlu dicegah? “Bayi atau balita yang terkena alergi, saat dewasanya mudah terkena alergi, misalnya asma atau rhinitis (batuk pilek),” papar dokter Zaki. Perkembangan itu disebut allergy march atau road to allergy. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, terutama biologi molekuler intervensi dini dianggap merupakan hal yang sangat penting yang diharapkan dapat mengubah proses penyakit.

sumber: http://www.kolomayah.info/tag/makanan-yang-baik-untuk-ibu-hamil-empat-bulan
16/02/11 Diposkan oleh rharjanto
Mungkin juga Anda tertarik kepada
apa makanan favoriy semasa kecil
apa saja manfaat susu bagi anak?
Istri saya suka makan teh tanpa pakai air apakah baik bagi kesehatan?
Apa obat paling ampuh kanker mammae/kanker payudara.? Dan apa makanan yg baik untuk penderita kanker mammae?
menjaga kandungan dari segi pandang kedokteran
Masuk
Lihat Tanya Jawab dalam tampilan: Seluler | Klasik
©2014 Google - Kebijakan Privasi - Bantuan